Pengertian, Penyebab, Gejala dan Pengobatan Benign Prostatic Hyperplasia

9 Jun

Pengertian, Penyebab, Gejala dan Diagnosis Benign Prostatic Hyperplasia

Anda baru mendengar nama penyakit ini ? Inilah kami paparkan informasi lengkap mengenai BPH atau Benign Prostatic Hyperplasia.

Pengertian, Penyebab, Gejala dan Pengobatan Benign Prostatic Hyperplasia

Kondisi BPH adalah kata lain dari pembesaran prostat jinak adalah kondisi yang menyebabkan kelenjar prostat mengalami bengkak, tetapi tidak bersifat kanker. Kelenjar prostat ini fungsinya adalah untuk memproduksi air mani dan terletak di rongga pinggul antaranya kandung kemih dan juga penis.

Tentu saja penyakit ini hanya dialami kaum pria karena kelenjar prostat hanya dimiliki oleh pria, dan umumnya pria yang terkena kondisi ini adalah pria berusia diatas 50 tahun.

Gejala Pembesaran Prostat Jinak

Gejala pertama akan diawali dengan :

  • Selalu ingin berkemih, apalagi saat malam hari
  • Inkotinensia urine atau beser
  • Sulit mengeluarkan urine
  • Mengejan saat berkemih
  • Aliran urine tersendat-sendat
  • Mengeluarkan urine yang disertai dengan darah
  • Merasa tidak tuntas setelah berkemih

Gejala-gejala tersebut akan muncul karena adanya tekanan di kandung kemih dan juga uretra ketiak kelenjar prostat mengalami pembesaran.

Penyebab Pembesaran Prostat Jinak

Penyebab utama pembengkakan prostat jinak ini masih belum diketahui, tetapi diperkirakan kondisi ini terjadi karena adanya perubahan pada kadar hormon seksual akibat proses penuaan.

Pada sistem kemih pria terdapat saluran yang fungsinya adalah untuk membuang urine keluar dari tubuh melalui penis, atau uretra. Dan jalur lintas uretra inilah yang secara maksimal melewati kelenjar prostat. Jika terjadi pembesaran pada kelenjar prostat, maka secara bertahap bisa mempersempit uretra dan akhirnya aliran urine pun mengalami penyumbatan. Penyumbatan inilah yang membuat otot pada kandung kemih membesar dan lebih kuat untuk mendorong urine keluar.

Faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang terkena BPH adalah :

  • Kurang berolahraga dan mengalami obesitas
  • Faktor penuaan
  • Menderita jantung atau diabetes
  • Efek samping obat-obatan penghambat beta
  • Karena faktor keturunan

Pengobatan Pembesaran Prostat Jinak

Penanganan pembesaran prostat jinak atau BPH dibagi menjadi 2, yaitu penanganan BPH dengan gejala ringan dan BPH dengan gejala menengah hingga parah.

Untuk kasus BPH biasanya ditangani dengan obat-obatan, terapi menahan kemih dan perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup disini yaitu :

  • Mulai berolahraga secara teratur, misalnya berjalan kaki hingga ke satu jam setiap hari
  • Mulai mengurangi dan berhenti mengkonsumsi kafein dan juga minuman keras
  • Mencari jadwal konsumsi obat yang tepat untuk menghindari nokturia atau meningkatkan frekuensi buang air kecil sepanjang malam
  • Mulai membiasakan diri untuk tidak minum apapun sebelum waktu tidur agar terhindar dari nokturia atau berkemih sepanjang malam.

Inilah informasi lengkap mengenai pembengkakan kelenjar prostat, semoga bisa bermanfaat ūüôā

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *