Bahaya Penyakit Katarak

17 May

Waspadai Bahaya Penyakit Katarak!! Menunda pengobatan katarak berarti sama dengan anda memberikan kesempatan terhadap risiko kebutaan permanen sejak dini.

Penyakit mata katarak paling banyak dijumpai di negara-negara tropis salah satunya adalah negara kita sendiri Indonesia. Gangguan atau kelainan mata ini umumnya banyak diderita oleh orang tua antara usia 65 tahunan atau lebih dan penyakit ini dominannya lebih sering ditemukan di kalangan menengah sampai ke bawah sehingga kurang mendapatkan penanganan yang baik.

Katarak disebabkan oleh kekeruhan lensa mata yang dan  yang paling umum ialah perkembangan katarak karena dipengaruhi oleh faktor usia. Banyak orang dewasa yang mengatasi katarak setelah mereka kehilangan penglihatannya karena terlalu lama dibiarkan tanpa pengobatan baik secara medis maupun upaya lainnya. Alhasil, akibat dari menunda diagnosis dan pengobatan katarak terkait usia dapat meningkatkan risiko terhadap kebutaan secara permanen dan dapat menyebabkan kerusakan baik fisik maupun psikologis.

Waspada Bahaya Penyakit Katarak

Bahaya Penyakit Katarak

Ketika seseorang telah mengembangkan katarak yang mengakibatkan sebagian atau seluruh penglihatannya terganggu, maka bahaya fisik seperti luka dan risiko kegiatan fisik lainnya akan sering terjadi karena tidak didukung dengan penglihatan yang bagus atau bahkan kehilangan penglihatan secara keseluruhan. Sedangkan untuk kerugian psikologis yang dapat terjadi ialah seperti depresi serta isolasi sosial.

Depresi merupakan akibat dari tekanan yang terjadi pada diri penderita karena harus menerima kenyataan tentang penyakit katarak yang menimpanya sedangkan isolasi sosial berhubungan dengan penerimaan seseorang penderita katarak di lingkungan sekitarnya. Di mana penderita katarak mungkin akan merasa diasingkan karena penyakitnya sehingga kurang bisa berkomunikasi dengan baik bersama masyarakat.

Selain itu, risiko yang lebih parah jika penyakit mata katarak ini tidak segera diobati, maka akan mempersulit seorang penderita katarak untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada matanya.

Meskipun demikian, penyakit mata katarak hampir selalu dapat diobati yaitu yang paling umum ialah dengan jalan tindakan operasi, namun tindakan ini juga dapat menimbulkan berbagai risiko terhadap kesehatan terutama pada organ mata. Salah risiko yang mungkin terjadi pada operasi katarak ialah terjadinya komplikasi.

Risiko Komplikasi Setelah Operasi Katarak

Komplikasi ini dapat termasuk infeksi, ablasio retina, peradangan di dalam mata, pembengkakan pada bagian-bagian tertentu dari organ mata, retensi sepotong katarak di dalam mata, glaukoma, perdarahan di mata, memburuknya kondisi mata tertentu seperti diabetes retinopati, dan kegagalan untuk memperbaiki penglihatan jika penyakit mata lainnya hadir seperti degenerasi makula.

Risiko komplikasi yang umumnya terjadi akibat operasi mata katarak ialah :

Endophthalmitis
Endophthalmitis merupakan sebuah infeksi yang dapat berkembang setelah operasi mata katarak. Meskipun banyak tindakan pencegahan yang dapat diambil setelah operasi katarak, namun infeksi ini masih dapat berkembang. Infeksi yang terjadi setelah operasi katarak ini merupakan hasil badi pertumbuhan bakteri, yang paling umum  ditemukan ialah jenis bakteri “Staph” (Staphylococcus) dan Strep” (Streptokokus) yang biasanya hidup pada kulit manusia.

Infeksi endophthalmitis biasanya akan berkembang pada minggu pertama setelah tindakan operasi katarak dan biasanya akan menimbulkan berbagai gejala seperti rasa sakit, kemerahan, penuaan fungsi visual atau penglihatan, kemerakan atau bahkan pembengkakan pada kelopak mata.

Ablasio retina
Kedua ridiko yang lebih rentan terjadi setelah operasi mata katarak ialah ablasio retina. Di mana komplikasi ini terjadi ketika retina, jaringan peka mata yang melapisi permbukaan dalam mata mengembangkan lubang atau air mata dan menudian melepaskannya jau dari dinding bulu mata.

Setelah lepasnya retina dari dinding mata, maka retina akan kehilangan suplai darah dan tanpa suplai darah sel-sel yang terdapat di retina akan mati dan setelah hilang, sel-sel retina tidak dapat lagi beregenerasi.

Fungsi dari retina sangatlah penting dalam memproses visual untuk mengirimkannya ke otak. Jadi jika sekali saja retina mengalami kerusakan, maka dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara permanen meskipun pasca operasi katarak. Kesempatan mengembangkan ablasio retina setelah operasi katarak adalah sekitar 1 dari 3.000.

Agar risiko dari komplikasi setelah operasi katarak ini dapat dihindari, perawatan yang baik dan benar akan sangat berpengaruh dan membantu memperbaiki penglihatan serta kondisi kesehatan mata sendiri.

Baca Juga : Manfaat Bawang Putih Untuk Mata Bintitan

by : Tasik Herbal | Bahaya Penyakit Katarak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *